Saturday, 26 January 2013

Naskah Drama Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI


Waktu kelas 2 SMA, ada tugas sekelas buat bikin drama tentang detik-detik proklamasi kemerdekaan. Setelah cari referensi tiap kejadian dan tanggalnya, akhirnya lahirlah naskah ini. Dan kami (XI IPA 2) memainkan drama ini di hadapan Guru Sejarah kami. :)
let's enjoy this script :D



9-8-1945
Soekarno-Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat di panggil ke Saigon, Dallath, Vietnam oleh Marsekal Terauchi. Pertemuan ini menghasilkan keputusan: 1.Dibentuknya PPKI dan Soekarno diangkat menjadi ketua PPKI dan Hatta sebagai wakilnya. 2. Jepang akan memberikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24-8-1945. 3. Wilayah Indonesia meliputi dareah bekas jajahan Belanda.
T       : “Jepang sedang di ambang kekalahan. Dalam waktu dekat Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.“

10-8-1945
Syahrir mendengar berita kekalahan Jepang melalui radio luar negeri yang ada dalam markas bawah tanahnya.
SY    : “Hai Bung Kunto, Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah.“
Y      : “Benarkah? Berita baik. Harus diberitahukan kepada yang lain.”
(berita itupun tersebar di kalangan pemuda.)

12-8-1945
T       : “Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi dapat dilaksanakan dalam beberapa hari tergantung cara kerja PPKI. Tapi pemerintah Jepang menginginkan kemerdekaan tanggal 24-8-1945.”

14-8-1945
(15.00) di lapangan terbang kemayoran, Chaerul Saleh, Sutan Syahrir, Trimurti, Wikana, dan Singgih menunggu kedatangan Soekarno, Hatta, dan Radjiman kembali dari Dallath Vietnam. Mereka menganggap bahwa hasil pertemuan di Dallath Vietnam sebagai tipu muslihat Jepang.
CH   : “Proklamirkan kemerdekaan sekarang juga!”
BK   : “Kita tidak bisa berbicara soal itu disini. lihat itu, kempetai mengawasi kita.”
SY    : “Jepang sudah kalah dari sekutu. Proklamasikanlah segera kemerdekaan Indonesia.“

Soekarno, Hatta, dan Radjiman masuk ke dalam mobil. Mendengar Syahrir berkata bahwa Jepang telah kalah, mereka langsung menuju ke kediaman Laksamana Maeda di Jalan Boulevard Orange(Nassau Boulevard)(sekarang Jalan Imam Bonjol No.1) untuk menanyakan kebenaran hal itu.
LM   :“Selamat, kalian telah berhasil dalam pertemuan di Dallath, Vietnam.“
H      :“Terimakasih.“
BK   :“Maaf, apa benar berita yang tersebar bahwa Jepang sudah menyerah kepada sekutu?“
LM   :“Ya, memang benar. Tapi kami belum menerima kabar langsung dari Tokyo.“

15-8-1945
Pemuda di kediaman Soekarno.
D      :“Bung! Jepang sudah menyerah. Kini saat yang tepatuntuk kita memproklamasikan kemerdekaan.“
BK   :“Tidak. Proklamasi kemerdekaan harus diputuskan melalui rapat PPKI terlebih dahulu.“
CH   :“Sekarang Bung! Malam ini juga, kita kobarkan revolusi yang meluas, dengan satu isyarat Bung Karno seluruh Jakarta akan terbakar. Ribuan pasukan bersenjata siap mengusir tentara jepang.“
BK   :“Tiak bisa. Besok akan diadakan rapat PPKI untuk membahas persiapan kemerdekaan Indonesia.”
SH    :”Barangkali Bung Besar kita takut. Mungkin dia menunggu perintah dari Tenno Heika. (kaisar Jepang)“
W     :“Kalau Bung Karno tidak mau mengumumkan proklamasi, esok akan terjadi pertumpahan darah di jakarta.“
BK   :“Ini batang leherku! Potonglah malam ini juga!“

Hatta dan Soebardjo datang. Soekarno menjelaskan kepada mereka bahwa para pemuda memaksanya untuk memproklamasikan kemerdekaan malam ini juga.
AS    :“Bagaimana mungkin kita dapat menyampaikan berita ini? Stasiun radio masih dikuasai bala tentara jepang yang memiliki persenjataan lengkap.”
Si      :”Rakyat siap melawan. Pemuda yang akan memimpin pemberontakan rakyat.”
BK   :”Jika engkau, pemuda, hendak mengadakan pertumpahan darah yang sia-sia , cobalah tanpa saya.”
H      :”Jika saudara tidak setuju dengan apa yang telah kami putuskan dan mengira saudara telah siap dan sanggup untuk memproklamasikan, mengapa saudara meminta Soekarno? Mengapa tidak anda sendiri yang memproklamasikan.”

Pemuda kecewa terhadap keputusan golongan tua. Akhirnya mereka meninggalkan kediaman Soekarno dan selanjutnya mengadakan rapat. Mereka memutuskan untuk memindahkan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok.

16-8-1945
Pada pukul 4 dini hari, Bung Karno, Bung Hatta, bersama Fatmawati dan Guntur yang masih bayi, di culik ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Akhmad Soebardjo baru mengetahui bahwa Soekarno dan Hatta hilang pada pukul 8 pagi. Dia menjadi gelisah karena pada pukul 10 Soekarno harus memimpin rapat PPKI di Jalan Pejambon No.2. Menjelang sore para pemuda melalui Wikana menyatakan bahwa mereka menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok.
W     :“Penculikan ini kami lakukan karena khawair bahwa kediuanya dibunuh oleh tentara Jepang atau disandera.“
AS    :“Ya. Tetapi kita tidak boleh terburu-buru dalam memproklamasikan kemerdekaan.“

Akhirnya Soebardjo berhasil meyakinkan golongan muda. Golongan mudapun setuju untuk melaksanakan proklamasi di Jakarta. Akhirnya Soebardjo menuju ke Rengasdengklok bersama Wikana, untuk menjemput Soekarnu dan Hatta.
Saat A. Soebardjo dan Wikana datang, Latief sedang berbicara kepada Soekarno.
L       :“Bung! Jepang sudah menyerah dan pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apapun resikonya.“
H      :“Apakah Jepang sudah menyerah?“
AS    :“Saya kemari untuk memberi tahu hal itu. Laksamana Maeda mengatakan demikian.”

Akhirnya Soekarno Hatta dibawa kembali ke Jakarta. Fatmawati dan Guntur diantar kerumahnya di jln.Pegangsaan Timur. Soekarno meminta Fatmawati menjahitkan bendera merah putih untuk dikibarkan saat proklamasi esok. Sedangkan yang lainnya menuju rumah Laksamana Maeda. Setelah sampai di rumah Laksamana Maeda, Soekarno dan Hatta diantar olaeh Lasksamana Maeda menemui perwira tinggi AD Jepang, Mayor Jenderal Nisyimura.(23.00)
BK   :”Proklamasi akan kami umumkan dalam beberapa hari ini.”
N      :“Sesuai dengan peraturan internasional bahwasetelah menyerah kepada sekutu, tentara Jepang harus memeliara statusquo. Tidak boleh ada perubahan apa-apa.“

Setelah mendengar jawaban dari Nisyimura, Soekarno berpendapat bahwa tidak perlu berbicara lagi pada pihak Jepang. Mereka kembali ke rumah Laksamana Maeda untuk menyusun teks proklamasi.
AS    :“Kami Bangsa Indonesia....................................................“
H      :“Hal-hal yang mengenai pemindahan.............................................“
BK   : (menulis di sebuah kertas kecil apa yang diusulkan oleh Soebardjo dan Hatta.)
Setelah selesai dan disetujui semua pihak, mereka merundingkan tentang penendatanganan teks proklamasi.
CH   :“Saya tidak setuju jika teks ditandatangani oleh anggota PPKI. Akan ada anggapan bahwa kemerdekaan adalah pemberian dari Jepang.”
Su     :“Bagaimana kalau Soekarno Hatta yang menandatangani teks proklamasi tetapi atas nama Bangsa Indonesia.“

Seluruh hadirin sutuju. Teks itu diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik.
BK   :“Tolong ketikkan sesuai dengan penulisan yang benar,.“
SM   :“Baik Pak.“
Su     :“Siapa yang akan mengibarkan bendera Merah Putih?“
Si      :“Bagaimana kalau Trimurti?“
Tri     :“Tidak. Pengibaran bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Bagaimana kalau Suhud dan Latief saja?”

Hadirin setuju.
Rapat itu selesai pada pukul 4 dini hari.

17-8-1945
09.00 pagi hari, 500 orang berdiri di beranda rumah Bung Karno. Mulanya proklamasi kemerdekaan akan dibacakan di lapangan Ikada (monas). Tapi demi menghindari bentrokan dengan tentara Jepang, akhirnya pembacaan dipindahkan ke halaman rumah Bung Karno di jalan Pegangsaan Timur No.56. Sampai pukul 9.30 Hatta tak juga datang.

“Sekarang Bung!!! Sekarang!!“, orang-orang berteriak meminta Bung Karno segera membacakan teks proklamasi.
MW  :“Proklamasikanlah sekarang Bung Karno! Bacalah teks proklamasi itu sekarang! Rakyat telah menunggu!
BK   :“Saya tidak mau membacakan teks proklamasi bila Hatta tidak ada. Jika Mas Muwardi tidak mau menunggu silahkan baca sendiri.”
5 menit kemudian
All    :”Bung Hatta datang!! Bung Hatta datang!!”
 Dan proklamasipun dikumandangkan Soekarno dengan didampingi Hatta, dan dilanjutkan pidato singkat dari Soekarno.(Soekarno baca teks proklamasi, dilanjutkan pidato)
Setelah itu, Sang Merah Putih yang sudah dijahit oleh Fatmawati dikibarkan dengan diiringi lagi kebangsaan Indonesia Raya.(dikibarkan oleh Suhud dan Latief,menyanyikan lagu bersama-sama)
Dilajunkan sambutan dari Suwiryo sebagai wakil walikota Jakarta saat itu, dan Muwardi sebagai pimpinan Barisan Pelopor yang saat proklamasi bertugas sebagai panitia keamanan.

Setelah upacara selesai, 100 orang anggota Barisan Pelopor yang di pimpin S.Brata tiba di Pegangsaan dari Lapangan Ikada, karena mereka tidak tahu bahwa tempat pembacaan proklamasi di pindah dari Lapangan Ikada ke rumah Soekarno. Mereka menuntut pembacaan ulang teks proklamasi tetapi Soekarno menolak dan diganti pidato singkat Hatta.




Download naskah drama detik-detik proklamasi

1 comment:

  1. Setelah membaca ini, saya jadi teringat naskah drama serupa yang saya buat 10th yang lalu ketika masih kelas 2 SMA :)

    ReplyDelete

you can translate into your language, enjoy ^^